Selasa, 10 Januari 2012

RENUNGAN BAGI ANAK DAN ORANG TUA

Sebut saja Keluarga Tuan H, mempunyai 3 anak laki laki, kehidupan mereka tergolong sederhana hidup dari berjualan di kota kecil dengan membuka toko kecil.Ketiga anak mereka telah dewasa dan mandiri, anak pertama dan kedua telah berumah tangga sementara yang bungsu belum. Ke 3 anak mereka ini hidup di satu kota metropolitan yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggal tuan H. 2 tahun yang lalu Tuan H meninggal karena penyakit kelenjar prostat dan tinggallah Nyonya H sendiri, sebagai seorang ibu, tentunya nyonya H mempunyai pengharapan agar salah satu anak laki lakinya ada yang tinggal bersamanya untuk meneruskan usaha jualan kelontong yang telah dirintis oleh Tuan H sejak dulu, tapi tidak ada satupun dari ke3 anaknya yang mau tinggal di kota kecil itu dan meneruskan usaha jualan kelontong yang telah diritis oleh orang tuanya.

Sepeninggal Tuan H Nyonya H terpaksa berusaha untuk menjalankan usahanya sendiri, karena usia telah renta akhirnya Nyonya H tidak bisa menjalankan usaha dagangnya itu karena harus berbaring di rumah sakit. Kemudian Nyonya H dibawa oleh ke tiga anaknya untuk tinggal di kota metropolitan agar ada yang mengurusnya. Kehidupan nyonya H di kota metropolitan itupun tidak merasa nyaman karena kehidupan barunya di kota metropolitan berbeda jauh dengan kehidupan yang pernah ia alami di kita kecil yang ia rasakan lebih tenang dan masih bersifat kekeluargaan. Satu hari nyonya H mengderita sakit dan ahirnya salah satu kakinya ada yang diamputasi. Dapat dibayangkan bagaimana nyonya H yang telah renta itu harus menjalani kehidupan hari tuanya dengan kaki yang tidak normal lagi.

Setelah nyonya H sembuh dan pulang dari rumah sakit sebulan kemudian ketida anaknya bermusyawarah untuk memasukan ibu yang telah mengandung, merawat, memelihara dan mendidik mereka hingga ke tiga anak mereka itu bisa mandiri untuk dimasukan ibunda mereka ke panti Jompo hanya dengan alasan yang sederhana, tidak ada yang bisa mau untuk merawat ibundanya tercinta didalam menjalani hari tua mereka. Seandainya anda sendiri yang menjadi orang tuanya bagaimanakah perasaan anda kepada ketika ketiga anak anda ? anak yang telah anda lahirkan, telah anda rawat dan didik sehingga mereka bisa mandiri anda hanya dilempar ke satu tempat yang dinamakan panti jompo?

Ini mungkin bisa dijadikan renungan bagi kita sebagai orang tua dan mungkin kita sebagai anak, bila kita sebagai orang tua tentu kita harus dapat menyesuaikan diri kita dengan keadaan anak anak kita agar mereka secara sosio psikologis mau menerima kehadiran kita dengan tulus, begitupun bila kita sebagai anak tentunya akan berpikir tegakah kita membuang anak kita ke panti jompo sementara sesungguhnya kita sendiri mampu untuk merawat orang tua kita didalam menjalani masa dua di akhir hidupnya, agar orang tua kita merasa bahagia. Bagaimana perasaan kita seandainya sekarang kita sebagai anaknya kemudia kita menjadi orang tua dan dibuang oleh anak kita ke panti jompo, tentu berbagai tanggapan psikologis akan berbeda beda dengan latar belakang yang berbeda pula, inilah satu fakta dari satu siklus kehidupan yang mungkin akan kita jalani bila posisi kita sekarang sebagai orang tua dan mungkin akan kita jalani kelak bila posisi kita sekarang sebagai anak. Yang jelas tugas anak adalah membahagiakan orang tua kita sebagai bakti kita kepada orang yang telah menjadikan kita seperti apa sekarang ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar